Soal Fisika 4

Kuis Interaktif · Berpikir seperti Saintis

Menguji Nalar Listrik Dinamis

Sepuluh persoalan dari petir, tubuh manusia, hingga kereta maglev. Pilih jawabanmu lebih dulu — pembahasan baru terbuka setelah kamu memutuskan.

Cara kerja
PG Sederhana: klik satu opsi → langsung tampil benar/salah + pembahasan.   MCMA & PG Kompleks: tentukan pilihanmu lalu tekan Periksa.
01 PG Sederhana C4 · Menganalisis Petir
Q = 15 C · t = 0,20 ms

Sebuah sambaran petir memindahkan muatan sebesar 15 coulomb ke tanah dalam waktu yang sangat singkat, 0,20 milidetik. Inilah yang membuat petir begitu berbahaya. Berapa kuat arus rata-rata sambaran itu?

A 75 A
B 75.000 A
C 0,003 A
D 7.500 A
E 750.000 A
Jawaban: B — 75.000 A

Arus = muatan per waktu: I = Q/t = 15 ÷ (0,20 × 10⁻³ s) = 15 ÷ 0,0002 = 75.000 A (75 kA). Bandingkan: arus setrika hanya ~5 A — petir puluhan ribu kali lipat, walau hanya sekejap.

Jebakan: A lupa mengubah milidetik ke detik (memakai 0,20 s). D salah membaca waktu sebagai 2,0 ms. C justru mengalikan Q × t. E salah pangkat sepuluh.

Refleksi: Ubahlah satuan ke SI (detik) sebelum menghitung. Kesalahan 10⁻³ mengubah jawaban ribuan kali lipat.

02 PG Kompleks C5 · Mengevaluasi Keamanan Listrik & Tubuh

Bahaya sengatan listrik ditentukan oleh arus yang mengalir melewati tubuh, dan arus itu bergantung pada hambatan tubuh. Perhatikan dua data berikut pada tegangan jala-jala 220 V:

Kondisi kulitHambatanI = V/R
Kering100.000 Ω2,2 mA
Basah1.000 Ω220 mA
Arus lewat tubuhDampak
~1 mAmulai terasa
~10 mAotot kejang, sulit lepas
~100 mAfibrilasi jantung — fatal

Tentukan Benar / Salah tiap pernyataan, lalu tekan Periksa.

P1 Dengan kulit kering, menyentuh 220 V mengalirkan sekitar 2 mA — terasa, tetapi umumnya tidak mematikan.
P2 Dengan tangan basah, arusnya melonjak ke ~220 mA — jauh melewati ambang fibrilasi jantung.
P3 Karena tegangannya sama-sama 220 V, tingkat bahaya sengatan tidak bergantung pada kondisi kulit.
P1 = Benar · P2 = Benar · P3 = Salah

P1 (Benar). I = V/R = 220 / 100.000 = 0,0022 A = 2,2 mA. Terasa, tetapi di bawah ambang berbahaya.

P2 (Benar). I = 220 / 1.000 = 0,22 A = 220 mA — jauh di atas 100 mA yang bisa memicu fibrilasi. Inilah sebabnya listrik + air sangat berbahaya.

P3 (Salah). Konflik kognitif. Yang melukai tubuh adalah arus, dan arus = V/R. Dengan V tetap, hambatan kulit (kering vs basah) mengubah arus hingga 100 kali lipat — jadi kondisi kulit justru sangat menentukan.

Refleksi: “Tegangan sama, bahaya sama” itu keliru. Selalu tanyakan berapa arus yang benar-benar mengalir lewat tubuh.

03 MCMA C5 · Mengevaluasi Panel Surya Ternaungi

Enam sel surya identik dirangkai seri pada satu panel. Dalam cahaya penuh tiap sel dapat memberi arus 5 A. Suatu sore, selembar daun menutupi satu sel sehingga sel itu hanya mampu 1 A.

daun 6 sel seri

Pilih semua pernyataan yang benar, lalu tekan Periksa.

A Karena seri, arus seluruh rangkaian dibatasi sel terlemah — anjlok ke sekitar 1 A.
B Sel yang ternaungi hanya mengurangi keluaran sedikit — sebesar satu dari enam bagian.
C Menambahkan dioda bypass membuat arus dapat “memutari” sel ternaungi, sehingga lima sel lain tetap mengalir penuh.
D Jika keenam sel disusun paralel, satu sel ternaungi tidak membatasi arus dari lima sel lainnya.
Jawaban benar: A, C, dan D

A (Benar). Pada rangkaian seri, arus sama di setiap titik — jadi arus keseluruhan tak bisa melebihi sel terlemah (1 A). Satu sel ternaungi mencekik seluruh string.

B (Salah). Miskonsepsi. Kerugiannya jauh lebih besar dari “1 dari 6”: karena efek leher botol seri, keluaran arus turun ~80%, bukan ~17%.

C (Benar). Dioda bypass memberi jalan pintas mengelilingi sel ternaungi — teknologi nyata pada panel surya modern.

D (Benar). Pada paralel, tiap cabang berdiri sendiri; arus total = jumlah cabang, sehingga satu sel lemah hanya menyumbang sedikit tanpa membatasi yang lain.

Refleksi: Dalam rangkaian seri, komponen terlemah menentukan arus semua. Sebutan lain: “efek mata rantai terlemah”.

04 PG Sederhana C4 · Menganalisis Pengisian Cepat USB-C

Pengisi daya cepat USB-C “berunding” dengan HP untuk memilih tegangan. Kabelnya hanya aman dilewati arus hingga 3 A; melebihi itu kabel memanas (rugi I²R). Daya yang dikirim P = V × I.

ModeTeganganArusDaya = V·I
Biasa5 V3 A15 W
Cepat9 V3 A27 W
Super20 V3 A60 W

Mengapa pengisi cepat menaikkan tegangan alih-alih terus menambah arus?

A Menaikkan tegangan menambah daya (P = V·I) tanpa menambah arus, sehingga panas di kabel (I²R) tidak ikut naik.
B Menaikkan tegangan mengurangi daya, jadi lebih hemat.
C Arus yang lebih besar selalu lebih cepat dan tidak menimbulkan panas.
D Tegangan tinggi membuat baterai menyimpan lebih banyak muatan secara permanen.
E Tegangan dan arus tidak berkaitan dengan daya.
Jawaban: A

Daya P = V·I. Untuk menambah daya, kita bisa menaikkan V atau I. Tetapi panas terbuang di kabel = I²R — bergantung pada kuadrat arus. Maka menaikkan tegangan (arus tetap 3 A) menambah daya dari 15 W → 60 W tanpa menambah panas kabel. Menambah arus justru memanaskan kabel dengan cepat.

Jebakan C: “arus besar = cepat, tanpa panas” — mengabaikan I²R. Inilah alasan teknis kenapa standar cepat memakai 9–20 V.

Refleksi: Daya bisa dinaikkan lewat tegangan; rugi panas ditekan dengan menahan arus tetap rendah. Prinsip yang sama dipakai jaringan SUTET.

05 PG Kompleks C5 · Mengevaluasi Elemen Pemanas Air

Dua elemen pemanas dipasang pada stopkontak 220 V yang sama untuk mendidihkan air yang jumlahnya sama. Daya kalor mengikuti P = V²/R.

ElemenHambatanDaya = V²/RWaktu mendidih*
X48 Ω≈ 1.008 W≈ 198 s
Y24 Ω≈ 2.017 W≈ 99 s

*untuk energi yang sama, ~200 kJ.

Tentukan Benar / Salah tiap pernyataan, lalu tekan Periksa.

P1 Elemen Y yang hambatannya lebih kecil menghasilkan daya lebih besar pada tegangan sama.
P2 Karena hambatan “menahan” arus, elemen X yang hambatannya lebih besar pasti lebih cepat mendidihkan air.
P3 Energi yang dibutuhkan sama; elemen berdaya lebih besar mencapainya lebih cepat (t = Energi/P).
P1 = Benar · P2 = Salah · P3 = Benar

P1 (Benar). Pada tegangan tetap, P = V²/R. Karena R di penyebut, R lebih kecil → daya lebih besar. Y (24 Ω) ≈ 2.017 W; X (48 Ω) ≈ 1.008 W.

P2 (Salah). Konflik kognitif klasik: “hambatan besar = panas besar”. Pada tegangan tetap, justru sebaliknya — hambatan besar membatasi arus sehingga dayanya kecil dan mendidih lebih lambat.

P3 (Benar). Energi mendidihkan air sama (~200 kJ). Karena t = Energi/P, daya lebih besar → waktu lebih singkat: Y ≈ 99 s vs X ≈ 198 s.

Refleksi: Perhatikan letak R dalam rumus. Pada arus tetap P = I²R (R besar → panas besar), tetapi pada tegangan tetap P = V²/R (R besar → panas kecil). Konteks menentukan.

06 MCMA C4 · Menganalisis Peredup Lampu (Rheostat)

Sebuah lampu (hambatan tetap 4 Ω) dirangkai seri dengan rheostat (hambatan geser) pada sumber 12 V. Dengan memutar rheostat, terang lampu diatur.

R rheostatR totalArus I = V/RLampu
0 Ω4 Ω3,0 Aterang
4 Ω8 Ω1,5 Asedang
8 Ω12 Ω1,0 Aredup

Pilih semua pernyataan yang benar, lalu tekan Periksa.

A Menambah hambatan rheostat memperkecil arus, sehingga lampu meredup.
B Rheostat dan lampu berbagi 12 V; makin besar R rheostat, makin besar tegangan yang jatuh padanya.
C Karena seri, arus yang melewati lampu dan rheostat selalu sama besar.
D Menambah hambatan rheostat menambah arus karena “mendorong” listrik lebih kuat.
Jawaban benar: A, B, dan C

A (Benar). R total naik → I = V/R turun (3,0 → 1,0 A) → lampu meredup. Sesuai tabel.

B (Benar). Pada seri, tegangan terbagi sebanding hambatan. R rheostat besar → ia “mengambil” bagian tegangan lebih besar, menyisakan sedikit untuk lampu.

C (Benar). Satu jalur seri → arus identik di lampu dan rheostat.

D (Salah). Menambah hambatan justru menghambat, arus mengecil — bukan membesar.

Refleksi: Rheostat memakai dua prinsip seri sekaligus — arus sama & tegangan terbagi. Itulah cara kerja peredup dan pengatur volume lama.

07 PG Kompleks C5 · Mengevaluasi Superkonduktor (MRI & Maglev)

Di bawah suhu kritisnya, sebagian bahan menjadi superkonduktor dengan hambatan R = 0. Kumparan superkonduktor dipakai pada mesin MRI dan kereta maglev. Yang menakjubkan: bila arus sekali dialirkan, ia dapat terus mengalir bertahun-tahun tanpa baterai.

R=0
arus abadi

Tentukan Benar / Salah tiap pernyataan, lalu tekan Periksa.

P1 Karena R = 0, arus yang sekali mengalir dapat bertahan tanpa sumber tegangan.
P2 Tanpa hambatan, daya yang terbuang sebagai panas (P = I²R) menjadi nol.
P3 R = 0 berarti menurut I = V/R arusnya pasti tak hingga, jadi superkonduktor selalu meledak.
P1 = Benar · P2 = Benar · P3 = Salah

P1 (Benar). Arus melemah karena hambatan mengubah energi jadi panas. Bila R = 0, tak ada yang meredamnya — arus “abadi” mengalir tanpa sumber. Inilah yang menahan medan magnet MRI tetap kuat.

P2 (Benar). P = I²R, dengan R = 0 maka P = 0 — tidak ada energi terbuang sebagai panas. Efisiensi inilah keunggulan utama superkonduktor.

P3 (Salah). Konflik kognitif. Rumus I = V/R berlaku bila ada tegangan V yang mendorong. Pada arus abadi, beda tegangan pada kumparan justru nol, jadi bukan kasus “V ÷ 0”. Besarnya arus ditentukan saat mula-mula dialirkan, bukan oleh V/R.

Refleksi: Rumus punya syarat berlakunya. Menerapkan I = V/R buta ke R = 0 menghasilkan kesimpulan keliru — pahami konteks fisikanya.

08 PG Sederhana C4 · Menganalisis Memilih Kawat Penghantar

Hambatan kawat mengikuti R = ρ·L/A. Seorang teknisi membandingkan empat kawat untuk mencari yang hambatannya paling kecil (paling sedikit rugi daya):

KawatBahanρ (×10⁻⁸ Ωm)Panjang LLuas A
W1Tembaga1,7100 m2 mm²
W2Tembaga1,7100 m4 mm²
W3Aluminium2,8100 m4 mm²
W4Aluminium2,8200 m4 mm²

Kawat manakah yang hambatannya paling kecil?

A W1
B W2
C W3
D W4
E Keempatnya sama
Jawaban: B — W2

Hitung R = ρ·L/A (ρ dalam ×10⁻⁸, A dalam ×10⁻⁶ m²):

  • W1: 1,7·100/2 → 0,85 Ω
  • W2: 1,7·100/4 → 0,43 Ω ✓ (terkecil)
  • W3: 2,8·100/4 → 0,70 Ω
  • W4: 2,8·200/4 → 1,40 Ω

W2 menang: bahannya tembaga (ρ kecil), penampangnya paling lebar, dan tidak terlalu panjang. Ingat: R turun bila penampang lebar, R naik bila kawat panjang.

Refleksi: Tiga faktor bekerja bersamaan (ρ, L, A). Jangan menilai dari satu kolom saja — bandingkan hasil R-nya.

09 MCMA C5 · Mengevaluasi Pengereman Regeneratif

Mobil listrik memakai pengereman regeneratif. Saat menarik gas, baterai mengalirkan arus ke motor untuk menggerakkan roda. Saat mengerem, prosesnya dibalik: motor diputar oleh roda dan berubah menjadi generator.

Pilih semua pernyataan yang benar, lalu tekan Periksa.

A Saat mengerem, motor bekerja sebagai generator yang mengubah energi gerak menjadi energi listrik.
B Arus mengalir kembali ke baterai (arah berlawanan dengan saat menarik daya), sehingga sebagian energi tersimpan lagi.
C Energi kinetik yang biasanya terbuang sebagai panas pada rem gesek kini sebagian diselamatkan.
D Pengereman regeneratif melanggar hukum kekekalan energi karena menghasilkan listrik “gratis”.
Jawaban benar: A, B, dan C

A (Benar). Motor dan generator pada dasarnya mesin yang sama; membalik perannya mengubah gerak → listrik.

B (Benar). Arah arus berbalik: kini dari motor ke baterai — mengisi ulang sambil memperlambat mobil.

C (Benar). Pada rem konvensional, energi kinetik habis jadi panas gesekan. Regeneratif menyelamatkan sebagiannya — sebabnya mobil listrik irit di lalu lintas kota.

D (Salah). Tidak ada energi gratis. Yang terjadi hanyalah mengubah energi kinetik yang sudah ada menjadi listrik — sepenuhnya sesuai kekekalan energi (dan sebagian tetap hilang jadi panas).

Refleksi: “Menyelamatkan energi” ≠ “menciptakan energi”. Regeneratif hanya mengalihkan energi ke bentuk yang bisa disimpan.

10 PG Sederhana C6 · Merancang Jembatan Wheatstone (Sensor)
G R₁ R₃ R₂ Rx

Sebuah sensor regangan (Rx) dipantau dengan jembatan Wheatstone. Jembatan disebut seimbang ketika galvanometer (G) menunjuk nol — saat itu berlaku R₁/R₂ = R₃/Rx.

Diketahui: R₁ = 100 Ω · R₂ = 200 Ω · R₃ = 150 Ω.

Agar jembatan seimbang, berapa nilai Rx yang harus dicapai sensor?

A 75 Ω
B 300 Ω
C 100 Ω
D 250 Ω
E 450 Ω
Jawaban: B — 300 Ω

Syarat seimbang: R₁/R₂ = R₃/Rx. Susun ulang: Rx = R₃ · R₂ / R₁ = 150 · 200 / 100 = 300 Ω.

Jebakan A (75 Ω): membalik perbandingan (memakai R₃·R₁/R₂). Perhatikan pasangan lengan mana yang saling berhadapan pada rumus keseimbangan.

Refleksi: Jembatan Wheatstone mengubah perubahan hambatan (regangan, suhu, tekanan) menjadi sinyal yang mudah diukur — dasar banyak sensor modern. Pada titik seimbang, tak ada arus lewat G sehingga pembacaan sangat peka.

Kuis Interaktif Listrik Dinamis · Fisika SMA Kelas XII — pilih, putuskan, lalu pahami. Belajar seperti seorang saintis.